Rabu, 09 Oktober 2019

Makalah Manajemen Konseling: Komponen dan Sistematika Program Bimbingan dan Konselin


Komponen dan Sitematika Program Bimbingan dan Konseling
Diajukan untuk memenuhi tugas Makalah mata kuliah
Manajemen Konseling
Dosen Pengampu: Nurul Hikmah, M.Pd
Disusun Oleh :
Mutia
Milzaa Afriana
Rapika
Suryati


BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI LHOKSEUMAWE
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Kami ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini yang berjudul “Komponen dan Sitematika Program Bimbingan dan Konseling” tepat pada waktunya. Tidak lupa pula shalawat dan salam kami kirimkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW sebagaimana beliau telah mengangkat derajat manusia dari alam tidak berpengetahuan kepada alam yang penuh akan ilmu pengetahuan.
Kami juga ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen yang membimbing mata kuliah teori dan pendekatan konseling pada semester ini. Dalam penulisan makalah ini kami juga terlebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat yang kurang tepat.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami menerima segala masukan dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sehingga kami bisa melakukan perbaikan makalah ilmiah sehingga menjadi makalah yang baik dan benar.

 
Lhokseumawe  12 Oktober 2018

                                                                                                            Penulis




DAFTAR ISI
Halaman
 
 


KATA PENGANTAR ...................................................................................... ... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... .. ii           
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ...........................................................................................  1
B.    Rumusan Makalah ....................................................................................    1
C.    Tujuan Makalah.........................................................................................   2

BAB II KAJIAN TEORI
A.                                                                                                                        Pengertian Program Bimbingan dan Konseling.................................................................................................. .. 3
B.    Jenis-Jenis Program Bimbingan dan Konseling......................................... .. 3
C.    PEMBAHASAN...................................................................................... .. 4
A.    Komponen Program Bimbingan dan Konseling ................................. .. 4
B.     Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif........ .. 6
C.     Sistematika Penyusunan dan Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling...                   6
D.    Tahapan-Tahapan Pemyusunan Program Bimbingan dan Konseling...   8

BAB III  PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................. .. 9           

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 10



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pelayanan bimbingan di Sekolah/Madrasah merupakan usaha mambantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencaaan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual atau kelompok,  sesuai kebutuhan potensi, bakat, minat, serta perkembangan peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga mambantu  mengatasi kelemahan dan hambatan serta  masalah yang dihadapi peserta didik.
 Program bimbingan dan konseling merupakan suatu rancangan atau rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.” Rancangan atau terancang kegiatan tersebut disusun secara sistematis, terorganisasi, dan terkoordinasi dalam jangka waktu tertentu.
Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas
Berdasarkan hal tesebut di atas,  maka perlulah disusun program bimbingan sosial agar usaha layanan bimbingan berguna serta tepat sasaran.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.           Apa pengertian dari program BK?
2.           Apa saja jeni-jenis program dalam BK?
3.           Apa saja komponen program BK?
4.           Bagaimana penyusunan program BK Komprehensif?
5.           Bagaimana sistematika penyusunan program BK?
C.    TUJUAN MAKALAH
1.           Mengetahui pengertian program BK?
2.           Mengetahui jenis-jenis dari program BK?
3.           Mengetahui komponen program BK?
4.           Mengetahui penyusunan program BK Komprehensif?
5.           Mengetahui sistematika penyusunan program BK?

















BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Pengertian Program BK
Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan bimbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin  sesuai dengan harapan dari pendidikan dan individu.
Karena program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan konseling.
B.     Jenis-Jenis Program Bimbingan dan Konseling
Program bimbingan dan konseling adalah kumpulan rencana kegiatan pelayanan bimbingan konseling yang disusun berdasarkan pada kebutuhan peserta didik pada suatu periode tertentu.  Periode tersebut bisa dalam rentang tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian. Jenis-jenis program bimbingan dan konseling itu sendiri terbagi atas lima diantaranya:[1]
a.       Program Tahunan
b.      Program Semesteran
c.       Program Bulanan
d.      Program Mingguan
e.       Program Harian

C.    PEMBAHASAN
A.    Komponen Program Bimbingan dan Konseling
1.      Layanan Dasar Bimbingan
Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan-kegiatan yang terstruktur secara sistematis dalam rangka mengembangkan potensinya secara optimal.
Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua konseli agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugastugas perkembangannya.
Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.[2]
Untuk mencapai tujuan tersebut, konseli perlu mengembangkan aspekaspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu konseli dalam mencapai tugas perkembangannya.
2.      Pelayanan Responsif (Responsive Service)
Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera.
Tujuan pelayanan responsif adalah membantu konseli agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu konseli yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugastugas perkembangannya.
Layanan ini bersifat kuratif. strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi. [3]
3.      Layanan Perencanaan Individual
Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada konseli agar mampu merumuskan dan melaksanakan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya.
Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu individu membuat dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan, karir, dan sosial pribadinya.[4]
Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi konseli untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosialpribadi oleh dirinya sendiri.
Teknik bimbingannya adalah konsultasi dan konseling. Isi rencana individual adalah bidang pendidikan, bidang karir, dan bidang sosial.
4.      Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli.
Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan profesional; hubungan masyarakat, dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas; manajemen program; penelitian dan pengembangan.[5]




B.     Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Melalui pemahaman dan penguasaan yang mendalam tentang asumsi pokok program BK yang bersifat komprehensif dan penjabaran dalam komponenkomponen program, maka konselor diharapkan dapat menyusun dan mengembangkan rencana aksi layanan BK dengan tujuan dan target terukur serta berdasarkan skala prioritas layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa seorang konselor harus menyadari sepenuhnya bahwa tujuan yang akan ditetapkan dalam perencanaan program BK harus menjadi bagian integral dari tujuan pendidikan nasional pada umumnya dan visi/misi yang ada di sekolah secara khusus. Dengan demikian, petugas bimbingan dan konseling mampu dengan tepat menentukan bagaimana cara yang efektif untuk mencapai tujuan beserta saranasarana yang diperlukannya.

C.    Sistematika Penyusunan dan Pengembangan Program BK
Dalam melaksanakan kegiatan program bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan suatu manajemen yang dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan konseling sehingga konseli dapat merasakan bantuan dari konselor dengan permasalahan yang dihadapinya. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan yang sistematis dan berkesinambungan.
 Sistematika penyusunan dan pengembangan program BK pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar, yaitu: a) pemetaan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan; dan b) desain program yang sesuai dengan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan. Adapun penjabaran dari tiaptiap langkah besar sebagai berikut:
a.       Pemetaan Kebutuhan, Masalah, dan Konteks Layanan
Penyusunan program BK haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran, penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspekaspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyusunan program/layanan.
Berikut langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan:
1.      Menyusun instrumen dan unit analisis penilaian kebutuhan.
Eksplorasi peta kebutuhan, masalah, dan konteks membutuhkan instrument asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. Dalam instrumen ini, konselor merumuskan aspek dan indicator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek dimaksud. Metode yang dapat digunakan, seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan sebagainya.
2.      Implementasi penilaian kebutuhan.
Pada tahap ini, konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrument yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut
3.       Analisis hasil penilaian kebutuhan.
Setelah data terkumpul, konselor mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan, masalah, dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat
4.      Pemetaan kebutuhan/permasalahan.
Setelah hasil analisis dan identifikasi masalah terungkap, petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan

b.      Desain Program BK dan Rencana Aksi (Action Plan)
Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan Action plan yang akan disusun paling tidak memenuhi unsur 5W+1H (what, why, where, who, when, and how).
Dengan demikian, konselor dan petugas bimbingan perlu melakukan halhal berikut ini:
1.      Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.
2.      Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.
3.      Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama waktu yang diperlukan.
4.      Program bimbingan dan konseling yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, bulanan, dan mingguan. Program bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan dalam bentuk (a)kontak langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan konseli.

D.    Tahapan-Tahapan Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling
1.       Tahap perencanaan, program satuan layanan dan kegiatan pendukung direncanakan secara tertulis dengan memuat sasaran, tujuan, materi, metode, waktu, tempat, dan rencana penilaian.
2.       Tahap pelaksanaan, program tertulis satuan kegiatan (layanan atau pendukung) dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya.
3.       Tahap penilaian, hasil kegiatan diukur dengan nilai.
4.       Tahap analisis hasill, hasil penilaian dianalisis untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
5.       Tahap tindak lanjut, hasil kegiatan ditindaklanjuti berdasarkan hasil analisis yang dilakukan sebelumnya, melalui layanan dan atau kegiatan pendukung yang relevan.[6]

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan bimbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Program bimbingan dan konseling adalah kumpulan rencana kegiatan pelayanan bimbingan konseling yang disusun berdasarkan pada kebutuhan peserta didik pada suatu periode tertentu.
Komponen Program Bimbingan dan Konseling mengandung empat komponen pelayanan, yaitu:
1.      Pelayanan dasar,
2.      Pelayanan responsif,
3.      Perencanaan individual,
4.      Dukungan sistem.
           
Untuk memenuhi kebutuhan program BK diperlukan suatu perencanaan yang sistematis sehingga rencana yang berurutan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sistematika penyusunan dan pengembangan program BK yang pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar, yaitu:
1.      Pemetaan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan; dan
2.      Desain program yang sesuai dengan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan.
Adapun tahap-tahap penyusunan program BK diantaranya yaitu:
1.       Tahap perencanaan
2.       Tahap pelaksanaan
3.       Tahap penilaian
4.       Tahap analisis hasil
5.       Tahap tindak lanjut



DAFTAR PUSTAKA

Rahman, Fathur. 2008. Pdf Penyusunan Program BK di Sekolah. Universitas Yogyakarta: Depdiknas

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yusuf, Syamsu. Juntika Nurihsan. 2008.  Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Suherman Uman. 2007. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bekasi: Madani Production.


[1] Dr. Uman Suherman.AS., M.Pd., Manajemen Bimbingan dan Konseling, (Bekasi: Madani Production), 2007, Hal 73 
[2] Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN, MPd dan Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd., Landasan Bimbingan & Konseling, ( Bandung: 2008.PT. Remaja Rosdakarya), Hal 26
[3] Ibid., hal 29
[4] Ibid., hal 50
[5] Ibid., hal 31
[6] Tohirin, “Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah”, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 317

Tidak ada komentar:

Posting Komentar