Komponen dan Sitematika Program
Bimbingan dan Konseling
Diajukan untuk memenuhi tugas Makalah
mata kuliah
Manajemen Konseling
Dosen Pengampu: Nurul Hikmah, M.Pd
Disusun Oleh :
Mutia
Milzaa Afriana
Rapika
Suryati
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
LHOKSEUMAWE
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji
dan Syukur Kami ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini yang berjudul “Komponen
dan Sitematika Program Bimbingan dan Konseling” tepat pada waktunya. Tidak
lupa pula shalawat dan salam kami kirimkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW
sebagaimana beliau telah mengangkat derajat manusia dari alam tidak
berpengetahuan kepada alam yang penuh akan ilmu pengetahuan.
Kami
juga ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen yang membimbing mata
kuliah teori dan pendekatan konseling pada semester ini. Dalam penulisan
makalah ini kami juga terlebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman bila
mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat yang kurang
tepat.
Terlepas
dari semua itu, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu, kami menerima segala masukan dan kritik yang bersifat
membangun dari pembaca sehingga kami bisa melakukan perbaikan makalah ilmiah
sehingga menjadi makalah yang baik dan benar.
Lhokseumawe
12 Oktober 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
|
KATA
PENGANTAR ...................................................................................... ... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... .. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ........................................................................................... 1
B.
Rumusan Makalah .................................................................................... 1
C.
Tujuan Makalah.........................................................................................
2
BAB II KAJIAN TEORI
A.
Pengertian
Program Bimbingan dan Konseling.................................................................................................. .. 3
B.
Jenis-Jenis Program Bimbingan
dan Konseling......................................... .. 3
C.
PEMBAHASAN...................................................................................... .. 4
A. Komponen Program Bimbingan dan Konseling ................................. .. 4
B.
Penyusunan Program Bimbingan
dan Konseling Komprehensif........ .. 6
C.
Sistematika Penyusunan dan
Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling... 6
D.
Tahapan-Tahapan Pemyusunan
Program Bimbingan dan Konseling... 8
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................. .. 9
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pelayanan
bimbingan di Sekolah/Madrasah merupakan usaha mambantu peserta didik dalam
pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta
perencaaan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan
peserta didik, secara individual atau kelompok,
sesuai kebutuhan potensi, bakat, minat, serta perkembangan
peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga mambantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
Program bimbingan dan konseling merupakan
suatu rancangan atau rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu
tertentu.” Rancangan atau terancang kegiatan tersebut disusun secara
sistematis, terorganisasi, dan terkoordinasi dalam jangka waktu tertentu.
Pengembangan
kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat
dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial
yang lebih luas
Berdasarkan
hal tesebut di atas, maka perlulah
disusun program bimbingan sosial agar usaha layanan bimbingan berguna serta
tepat sasaran.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian
dari program BK?
2.
Apa saja
jeni-jenis program dalam BK?
3.
Apa saja
komponen program BK?
4.
Bagaimana
penyusunan program BK Komprehensif?
5.
Bagaimana
sistematika penyusunan program BK?
C. TUJUAN MAKALAH
1.
Mengetahui
pengertian program BK?
2.
Mengetahui
jenis-jenis dari program BK?
3.
Mengetahui
komponen program BK?
4.
Mengetahui penyusunan
program BK Komprehensif?
5.
Mengetahui
sistematika penyusunan program BK?
BAB
II
KAJIAN
TEORI
A. Pengertian Program BK
Program
bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang
ingin dicapai dari tujuan bimbingan sehingga program tersebut berjalan efisien
dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan
perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga
tujuan yang ingin sesuai dengan harapan
dari pendidikan dan individu.
Karena
program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program
bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan
serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan konseling.
B. Jenis-Jenis Program Bimbingan dan Konseling
Program
bimbingan dan konseling adalah kumpulan rencana kegiatan pelayanan bimbingan
konseling yang disusun berdasarkan pada kebutuhan peserta didik pada suatu
periode tertentu. Periode tersebut bisa
dalam rentang tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian. Jenis-jenis
program bimbingan dan konseling itu sendiri terbagi atas lima diantaranya:[1]
a. Program
Tahunan
b. Program
Semesteran
c. Program
Bulanan
d. Program
Mingguan
e. Program
Harian
C. PEMBAHASAN
A. Komponen Program Bimbingan dan Konseling
1. Layanan Dasar Bimbingan
Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian
bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan-kegiatan yang terstruktur
secara sistematis dalam rangka mengembangkan potensinya secara optimal.
Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua konseli
agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh
keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka
dapat mencapai tugas‐tugas
perkembangannya.
Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai
upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang
diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2)
mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau
seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya,
(3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan
dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.[2]
Untuk mencapai tujuan tersebut, konseli perlu
mengembangkan aspek‐aspek
pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu
konseli dalam mencapai tugas perkembangannya.
2. Pelayanan Responsif (Responsive Service)
Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan
kepada konseli yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan pertolongan
dengan segera.
Tujuan pelayanan responsif adalah membantu konseli
agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu
konseli yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas‐tugas perkembangannya.
Layanan ini bersifat kuratif. strategi yang
digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi. [3]
3. Layanan Perencanaan Individual
Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan
kepada konseli agar mampu merumuskan dan melaksanakan perencanaan masa depan berdasarkan
pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang
dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya.
Layanan perencanaan individual adalah layanan
bimbingan yang bertujuan membantu individu membuat dan mengimplementasikan
rencana-rencana pendidikan, karir, dan sosial pribadinya.[4]
Tujuan perencanaan individual ini dapat juga
dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi konseli untuk merencanakan, memonitor,
dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial‐pribadi oleh dirinya sendiri.
Teknik bimbingannya adalah konsultasi dan konseling.
Isi rencana individual adalah bidang pendidikan, bidang karir, dan bidang
sosial.
4. Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan
kegiatan manajemen, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada
konseli dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan
kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli.
Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen
yang bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan program bimbingan
secara menyeluruh melalui pengembangan profesional; hubungan masyarakat, dan
staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas;
manajemen program; penelitian dan pengembangan.[5]
B. Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling
Komprehensif
Melalui pemahaman dan penguasaan yang mendalam
tentang asumsi pokok program BK yang bersifat komprehensif dan penjabaran dalam
komponen‐komponen program, maka
konselor diharapkan dapat menyusun dan mengembangkan rencana aksi layanan BK
dengan tujuan dan target terukur serta berdasarkan skala prioritas layanan yang
sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya
bahwa seorang konselor harus menyadari sepenuhnya bahwa tujuan yang akan
ditetapkan dalam perencanaan program BK harus menjadi bagian integral dari
tujuan pendidikan nasional pada umumnya dan visi/misi yang ada di sekolah
secara khusus. Dengan demikian, petugas bimbingan dan konseling mampu dengan
tepat menentukan bagaimana cara yang efektif untuk mencapai tujuan beserta
sarana‐sarana yang
diperlukannya.
C. Sistematika Penyusunan dan Pengembangan Program BK
Dalam melaksanakan kegiatan program bimbingan dan
konseling sangat dibutuhkan suatu manajemen yang dapat meningkatkan kualitas
dan mutu dari layanan bimbingan dan konseling sehingga konseli dapat merasakan
bantuan dari konselor dengan permasalahan yang dihadapinya. Untuk itu
diperlukan suatu perencanaan yang sistematis dan berkesinambungan.
Sistematika
penyusunan dan pengembangan program BK pada dasarnya terdiri dari dua langkah
besar, yaitu: a) pemetaan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan; dan b)
desain program yang sesuai dengan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan.
Adapun penjabaran dari tiap‐tiap
langkah besar sebagai berikut:
a. Pemetaan
Kebutuhan, Masalah, dan Konteks Layanan
Penyusunan program BK haruslah dimulai dari kegiatan
asesmen (pengukuran, penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek‐aspek yang dijadikan
bahan masukan bagi penyusunan program/layanan.
Berikut langkah yang dapat dilakukan oleh konselor
dalam memetakan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan:
1. Menyusun
instrumen dan unit analisis penilaian kebutuhan.
Eksplorasi peta kebutuhan, masalah, dan konteks
membutuhkan instrument asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. Dalam instrumen
ini, konselor merumuskan aspek dan indicator beserta item pernyataan/pertanyaan
yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek
dimaksud. Metode yang dapat digunakan, seperti observasi, wawancara,
dokumentasi, dan sebagainya.
2. Implementasi
penilaian kebutuhan.
Pada tahap ini, konselor sesegera mungkin
mengumpulkan data dengan menggunakan instrument yang telah dibuat sebelumnya
dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan
dirumuskan ke dalam program lebih lanjut
3. Analisis hasil penilaian kebutuhan.
Setelah data terkumpul, konselor mengolah,
menganalisis, dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan,
masalah, dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat
4. Pemetaan
kebutuhan/permasalahan.
Setelah hasil analisis dan identifikasi masalah
terungkap, petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi
dengan analisis faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan
b. Desain
Program BK dan Rencana Aksi (Action Plan)
Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action
plan) yang diperlukan Action plan yang akan disusun paling tidak
memenuhi unsur 5W+1H (what, why, where, who, when, and how).
Dengan demikian, konselor dan petugas bimbingan
perlu melakukan hal‐hal
berikut ini:
1. Identifikasikan
dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.
2. Pertimbangkan
porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Apakah
kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Berapa banyak
waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling
dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Perencanaan waktu
ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan
oleh konselor.
3. Inventarisasi
kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan
yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke
dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama waktu yang diperlukan.
4. Program
bimbingan dan konseling yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu
dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan mencakup
kalender tahunan, bulanan, dan mingguan. Program bimbingan dan konseling perlu
dilaksanakan dalam bentuk (a)kontak langsung, dan (b) tanpa kontak langsung
dengan konseli.
D. Tahapan-Tahapan Penyusunan Program Bimbingan dan
Konseling
1. Tahap
perencanaan, program satuan layanan dan kegiatan pendukung direncanakan secara
tertulis dengan memuat sasaran, tujuan, materi, metode, waktu, tempat, dan
rencana penilaian.
2. Tahap
pelaksanaan, program tertulis satuan kegiatan (layanan atau pendukung)
dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya.
3. Tahap
penilaian, hasil kegiatan diukur dengan nilai.
4. Tahap
analisis hasill, hasil penilaian dianalisis untuk mengetahui aspek-aspek yang
perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
5. Tahap
tindak lanjut, hasil kegiatan ditindaklanjuti berdasarkan hasil analisis yang
dilakukan sebelumnya, melalui layanan dan atau kegiatan pendukung yang relevan.[6]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Program
bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang
ingin dicapai dari tujuan bimbingan sehingga program tersebut berjalan efisien
dan efektif. Program bimbingan dan konseling adalah kumpulan
rencana kegiatan pelayanan bimbingan konseling yang disusun berdasarkan pada
kebutuhan peserta didik pada suatu periode tertentu.
Komponen Program
Bimbingan dan Konseling mengandung empat komponen pelayanan, yaitu:
1.
Pelayanan dasar,
2.
Pelayanan responsif,
3.
Perencanaan individual,
4.
Dukungan sistem.
Untuk memenuhi kebutuhan
program BK diperlukan suatu perencanaan yang sistematis sehingga rencana yang
berurutan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sistematika penyusunan dan
pengembangan program BK yang pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar,
yaitu:
1.
Pemetaan kebutuhan,
masalah, dan konteks layanan; dan
2.
Desain program yang
sesuai dengan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan.
Adapun tahap-tahap
penyusunan program BK diantaranya yaitu:
1. Tahap
perencanaan
2. Tahap
pelaksanaan
3. Tahap
penilaian
4. Tahap
analisis hasil
5. Tahap
tindak lanjut
DAFTAR PUSTAKA
Rahman, Fathur. 2008. Pdf Penyusunan Program BK di Sekolah. Universitas
Yogyakarta: Depdiknas
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah
(Berbasis Integrasi). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Yusuf, Syamsu. Juntika
Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan
& Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Suherman Uman.
2007. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bekasi: Madani Production.
[1] Dr. Uman Suherman.AS., M.Pd.,
Manajemen Bimbingan dan Konseling, (Bekasi: Madani Production), 2007, Hal
73
[2] Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN, MPd
dan Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd., Landasan Bimbingan & Konseling, (
Bandung: 2008.PT. Remaja Rosdakarya), Hal 26
[3] Ibid., hal 29
[4] Ibid., hal 50
[5] Ibid., hal 31
[6] Tohirin, “Bimbingan dan
Konseling di Sekolah dan Madrasah”, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007),
hlm. 317

Tidak ada komentar:
Posting Komentar